Selasa, 02 November 2010

cinta untukmu luarVIAsaaa.. (punya dinni)

haey smua , nih cerpenku yang ke 3 . dibacaa yaa :)


Cinta Untukmu Luarviasa



Hmm.. Embun pagi menyegarkan tubuh . Aroma khas dan udara yang adem membuat hati tenang nan damai .
Minggu pagi adalah waktu yang tepat tuk ke taman . Penuh bunga yang kian wangi .

Di sebuah taman , duduklah seorang laki-laki dan perempuan . Bagaikan mawar-mawar ditaman . Wajah mereka merah merona . Taman bunga seakan tumbuh dalam hati mereka .

"indah banget ya vi.."
ucap laki-laki itu .

"iya . Taman ini selalu indah ."

"bukan taman ini yang gue maksud , tapi kamu vi .."

"maksudnya ?"

"kamu cantik banget hari ini ."

"emang hari ini aja ya aku cantiknya ?"

"bukan gitu , tiap hari , tiap jam , tiap menit , bahkan tiap detik kamu selalu cantik vi.."

"ish , gombal !"

"bener vi.. Kalo gak percaya , aku bawain kaca ya.. Biar kamu bisa ngeliat wajah kamu yang cantik itu.."
Wajah gadis itu bertambah merah seperti tomat .

"ish , apa'in sih vin.. Udah ah , bikin muka aku makin merah aja.."

"biarin , aku malah suka banget ngliat muka kamu yang merah gitu vi.."
Sang gadis pun makin menundukkan wajahnya karna malu .

tik tik tik

rintik-rintik gerimis mulai terasa . Dan hujan pun tiba-tiba turun deras . laki-laki itu melepas jaketnya tuk memayungi sang gadis dan berlari menuju mobil hitam milik laki-laki itu .

"duh , kok bisa ujan lagi ya ? kan tadi waktu kita berangkat cuaca nya cerah .."

"ya bisa aja lha vin.."

"trus , sekarang kita kemana ? Ke rumah aku aja gimana ? Kan rumah aku lebih deket darisini daripada rumah kamu.."

"yaudah deh.."

laki-laki yang bernama alvin pun mulai mengendarai mobilnya menuju rumahnya .

setelah beberapa menit , mereka pun sampai Di rumah laki-laki itu . Sang gadis dipersilahkan tuk mandi duluan . Dan laki-laki itu menyiapkan handuk dan baju ganti untuk sang gadis .
Setelah beberapa menit mandi , sang gadis pun keluar dari kamar mandi .

"sorry ya vi , kamu harus make' baju aku . Mau gimana lagi , msa' kamu harus make' baju nyokap yang keloworan gitu.."

"gak masalah kali' vin.." sang gadis memberikan senyum manisnya yang tulus kepada laki-laki itu .

"love you vi.." laki-laki itu pun mencium kening sang gadis dan memeluknya .

"love you too vin.." ucap sang gadis di dalam pelukan laki-laki itu .

"ya ampun vin , kamu dingin banget ! Cepet mandi gih ! Bisa-bisa masuk angin lho !"
Sang gadis melepaskan pelukan laki-laki itu .

"oke deh via sayaang.." laki-laki itu mencubit pipi chubby sang gadis dengan lembut . Sang gadis hanya tersenyum .

"viaa , abis kehujanan ya nak ?" tiba-tiba datang seorang wanita paruh baya ke arah sang gadis yang bernama sivia itu .

"iya bunda.." dan wanita itu adalah ibu dari alvin kekasihnya .

"via udah mandi kan ?"

"udah bun.."

"Trus alvinnya kemana ?"

"alvinnya lagi mandi bun.."

"ow.. Yaudah , ke dapur yuk.. Bunda buatkan teh hangat . Kamu pasti kedinginan kan ."

"Iya deh.."

Mereka berdua pun ke dapur membuat 3 gelas teh hangat . Setelah itu mereka ke ruang keluarga sambil menonton TV . Tak lama kemudian , tiba-tiba alvin merangkul sivia dari belakang .

"ah alvin.. Apa'an sih.. Lepasin ah..! Gak malu apa ama bunda .?!" sivia melepaskan pelukan alvin . Dan wanita paruh baya yang ada di depannya terkekeh melihat kelakuan putra nya.

"enggak lha . Ngapain malu ama bunda.."

"udah ah vin , cepet minum tehnya gih . Keburu dingin.."

"oke deh via sayaang.." laki-laki itu pun duduk disamping sang gadis sambil meminum teh .

"siapa nih yang buat tehnya ?" tanya alvin .

"aku.. Mang kenapa ?" jawab sivia .

"makanya , tehnya manis banget kayak sang pembuat ."

"ish ,!" sivia memukul lengan alvin.

"kalian ini , bikin bunda kangen ama ayah aja ." ucap bunda alvin .

"yee bunda.. Baru ditinggal ayah ke singapore seminggu aja udah kangen gitu.. Gimana kalo udah sebulan.." ucap anak laki-lakinya , alvin.

"ih alvin.. Bayangin aja kalo kamu gak ketemu ma via seminggu ! Gimana rasanya ?!"

"ya kangen berat lha bun .!"

"makanya , jangan salahin bunda kalo bunda kangen banget ama ayah.."

"iya iya bun.."

"yaudah deh , bunda ke kamar aja ya.. Daripada gangguin kalian ." wanita paruh baya itu mulai meninggalkan anak laki-lakinya dengan sang gadis .

Setelah wanita paruh baya itu meninggalkan mereka , mereka saling diam . Dan di beberapa kesempatan , sivia menggosok-gosokkan keduan tangannya .

Dan alvin langsung menggenggam tangan sivia .

"masih dingin ?" tanya alvin sambil menggenggam dan menggosok-gosokkan tangannya ke tangan sivia .

"udah enggak kok.. " sivia melepaskan tangan alvin dari tangannya .

"tangan kamu masih dingin banget ." alvin meneruskan menggosok tangan sivia.

"makasih ya vin.." sivia memberikan senyumannya yang sangat manis kepada alvin hingga ke empat lesung pipi sekaligus tampak di raut wajahnya .

"aku juga makasih ya vi.."

"buat apa ?"

"buat senyumanmu yang paling manis sedunia ." sang pria menjawab jujur dari dalam lubuk hatinya .

"apa'an sih vin.. daritadi gombal mulu' .!"
Wajah putih sang gadis mulai memerah kembali .

"aku selalu berdo'a sama tuhan vi , semoga aku selalu sama kamu, bisa terus mendapat senyuman manis dari kamu , bisa terus melihat wajah merah tomat kamu , dan aku bisa slalu ada dalam hati kamu vi.." ucap alvin kepada sivia dengan tatapan penuh harapan .

"amiiinnn" jawab sivia sambil berganti ia yang menggenggam tangan alvin .

Waktu terus berlalu . Jam dinding pun menunjukkan angka 6.30 . Dan hujan pun telah redah . Alvin pun mengantarkan sivia pulang . Setelah sampai di rumah sivia, alvin langsung pulang tanpa mampir dulu ke rumah sivia. Setelah menemui mamanya , sivia menuju ke kamarnya di lantai dua .

Beberapa menit berlalu . sivia mengambil HPnya yang ada di bawa bantalnya . sivia mulai menekan beberapa tombol . dan mengirimkan pesan kepada salah satu kontak di HPnya .

To : AlviAyank
udaa sampe' rumah blum ?

From : AlviAyank
Udah donk yank..

To : AlviAyank
Syukur deh ;)

From : AlviAyank
km lg apa yank ?

To : AlviAyank
Tiduran aja . Klo km ?

From : AlviAyank
Lg mikirin ayank viaa ;D

To : AlviAyank
Emang aq knp ?

From : AlviAyank
G napa2 . Aq cuma kangen ama ayank viaa aja..

To : AlviAyank
Ish , baru aja ktemu msa' udaa kangen ?!

From : AlviAyank
km sih ngangenin !

To : AlviAyank
Gombal !

From : AlviAyank
Bneran via sayangku cintaku manisku ;)

Mereka pun smsan sampai larut malam . Mereka seakan lupa kalau mereka harus bangun pagi tuk sekolah .

Keesokan harinya , mereka pun terlambat bangun . Jadinya mereka terburu-buru ke sekolah .

Beruntung , saat mereka sampai di sekolah , gerbang sekolah masih belum tertutup .

@ kelas X IPA 1

"tumben banget berangkat siang vi.." tanya seorang gadis manis berbehel pada gadis itu .

"iya fy , gara-gara kemarin gue smsan ma alvin sampe' maleeemmm banget !" jawab sivia .

"ya ampuun , kalian ini ! Dari kelas 7 sampe' kelas 10 lengkeet terus ! Yaudah , gue do'ain moga langgeng terus !! "

"amiiiinn.. Hehe"

Dilain sisi lain , di kelas X IPA 3

"siang banget loe berangkat vin ?" tanya seorang pria manis bernama rio kepada alvin .

"biasaa , gue kemarin smsan sampe' malem sama sayangku cintaku manisku bidadariku . Hehe"

"lebaay loe vin ! tapi , kalian tuh langgeng banget sih ! Udah pacaran hampir 4 tahun , gak putus-putus ! Berantem aja jarang banget ! Hebat !!" ucap rio sambil mengacungkan jempol tangan kanannya .

"ya iya donk yo.. Gue tuh cintaaaaa banget ma via . Gak mungkin gue mau pisah ama dia !"

"yaudah , gue doain semoga kalian langgeng terus !"

"amiinn .! Yaudah , gue sms via ah ."

To : Viayaank
Viaa , besok minggu kita ke taman lagi yuuk ;)

From : Viayaank
Ok ;)

Tiba-tiba bel tanda masuk pun berbunyi . Alvin pun tak meneruskan smsnya itu .

Hari demi hari berlalu . Hingga datanglah hari minggu . Sivia dan Alvin janjian di taman kota seperti biasa . Sivia nampak begitu cantik . Bukan hanya cantik , tapi Sivia juga nampak manis mempesona . Ia memakai dress putih sepanjang lutut . Dan bandana putih berpita biru nampak cantik menghiasi rambutnya .

Setelah menunggu lama , alvin tak kian nampak . Sivia pun mulai gelisah . Dan sivia terus meng-sms dan menelpon alvin . Tapi tak kunjung di balas dan diangkat oleh alvin .

Disisi lain , alvin malah masih tidur pulas di kamarnya . Dan alvin tak mengetahui bahwa HPnya bergetar kesekian kali karna HPnya ada di meja belajarnya .

Setelah menunggu hampir 3 jam , dan jam menunjukkan angka 10.00 sivia pun pergi meninggalkan taman itu dengan muka yang ditekuk-tekuk .

Saat jam 11.30 , alvin pun bangun dari tidurnya . Setelah melihat jam di dinding , alvin langsung berlari menuju kamar mandi . Beberapa menit alvin keluar dari kamar mandi dan mengambil HPnya dan dilihatnya 50 sms masuk dan 35 missed call . Dan semua itu dari sivia .

"ya ampuun.. Bodoh banget dah gue !!"alvin sambil memukul mukul kepalanya .

Dan alvin pun segera menelpon sivia .

tutt..tutt..tutt..
"halo" jawab sivia lesu .

"hallo , viaa , kamu dimana ?"

"dirumah" nada bicara sivia begitu lesu .

"viaa , sorry ya , gue tadi ketiduran.."

"ga papa ."

Tutt..tutt..tutt..

Sebelum alvin sempat berbicara , telpon sudah dimatikan oleh pihak sivia .

"aduuh , pasti via marah nih.." alvin terlihat begitu gelisah .

Keesokan hari , alvin yang baru aja sampai di sekolah , langsung menuju ke kelas sivia untuk meminta maaf . Tapi ternyata tak ada sivia di kelasnya . Alvin bertanya pada seorang siswa .

"eh , sivia mana ya ?"

"sivia..? Kayaknya sih di taman belakang ."

Alvin pun langsung berlari ke taman belakang . Disana ia mendapati seorang gadis berambut panjang sedang duduk di bangku taman . Alvin pun langsung memeluk gadis itu dari belakang .

Disisi lain , sivia yang mendapat kabar dari siswa tadi bahwa alvin mencarinya di taman belakang , sivia langsung menuju ke taman belakang menyusul alvin . Tapi dengan shocknya , sivia mendapati alvin sedang memeluk gadis . Sivia pun langsung berlari kembali ke kelas sambil menangis .

Setelah menyadari bahwa yang ia peluk bukanlah sivia , alvin pun langsung melepaskan pelukannya itu .

"so..sorry..gu..gue kira loe cwe' gue.."

"gak papa kok ."

"yaudah , gue pergi dulu ya , gue mau cari cwe' gue ." alvin memalingkan badannya dan mulai melangkah pergi .

"tunggu.." panggil gadis itu menghentikan langkah alvin .
Alvin pun memalingkan badannya ke arah gadis itu .

"ya ?"

"nama loe siapa ?"

"alvin ." alvin melanjutkan langkahnya .

Saat sampai di kelas , sivia terus menangis . Ify sampai tak tega melihat sahabatnya seperti itu .

"loe kenapa sih vi ? Kok dateng-dateng langsung nangis kayak gini ?"

"alvin fy..alvin.." jawab via terisak-isak .

"alvin kenapa vi ?"

"alvin.. Gue liat alvin meluk cwe' di taman fy.."

"yang bener vi ?"

"iyaa.."

sivia terus menangis tanpa hentinya .

"ya ampun vi , jangan nangis lagi donk.."

Tak menghiraukan kata sahabatnya , sivia terus menangis .

"kalau gini , mending loe pulang aja vi.. Daripada malah gak konsen belajar.. Nanti gue anter deh.. Gimana ?"

"gak usah fy . Biar gue pulang sendiri aja . Loe sekolah ajaa ."

"loe yakin bisa pulang sendiri ?"

"he'emb . Nanti pamitin gue ya.."

"oke deh.. Tapi diem dulu donk.. Masa' di jalan sambil nangis gitu.."

sivia pun mulai menghapus air matanya .

Saat istirahat , alvin langsung menuju ke kelas X IPA 1 . Tapi lagi lagi ia tak menemukan sosok sivia . Ia hanya melihat ify sahabat sivia .

"fy , via mana ?"

"via ?"

"iya . Mana dia ?"

"bukan urusan loe !"

"ha ? Maksud loe apa'an sih fy ? Gue kan cwo'nya !"

"ha ? Loe masih nganggep loe cwo'nya via ? Gilaak loe !" ify langsung meninggalkan alvin dengan langkah yang sangat cepat .

alvin dengan lesu pun kembali ke kelasnya .

Bruuukkkk
setelah sampai di kelas , alvin langsung memukul mejanya dengan kerasnya . Sehingga semua mata di kelasnya tertuju padanya . Rio yang ada di bangku itu merasa sangat terkejut .

"loe kenapa sih vin ?"

"goblok!! Goblokk!!" bukannya menjawab pertanyaan rio , alvin malah memukul-mukul kepalanya .

"loe kenapa sih vin ?!" nada rio mulai meninggi melihat sahabatnya yang aneh .

"gue goblok yo !! Goblok !!"

"goblok kenapa ??"

"gue udah bikin via marah ama gue !!"

"emang loe ngapain dia ?"

Alvin pun menceritakan semua kejadian tentang ia tak menepati janji tuk pergi ke taman karna ia malah ketiduran .

"lha loe sih vin , janjian malah bangun jam segitu ! Kasian kan via !"

"makanya itu yo ! Gue goblok !"

"yaudah lha vin , coba jelasin ke via dulu . Via kan anaknya baik , pengertian lagi . Pasti dia mau ngerti'in ."

disisi lain , setelah sivia sampai di rumahnya , sivia langsung ke kamarnya dan meneruskan tangisannya .

Setelah pulang sekolah , alvin terus sms dan menelpon sivia . Tapi sivia tak membalas dan menerima telpon alvin karna ia masih kecewa sama alvin .

Keesokan harinya , saat alvin baru saja memarkirkan motornya , ada yang memanggilnya dari belakang .

"alviiinn ."
Alvin pun menoleh ke belakang .

Alvin pun mengerutkan keningnya , karna ia tak mengenal siapa yang memanggilnya itu .

"ya ampun vin , loe lupa ama gue ? Gue shilla yang kemarin di taman ."

"ow.."

Alvin pun mengobrol dengan gadis itu , walaupun wajah alvin seakan tak menghiraukan tiap ucapan gadis itu .

Disisi lain , sivia yang baru saja memasuki gerbang sekolah , langsung mengkerutkan keningnya karna ia melihat alvin sedang bersama cwe' lain . Sivia pun langsung ke kelasnya . Ify pun merasa aneh dengan sivia yang matanya berkaca-kaca .

"loe kenapa lagi via ?"

"gue liat alvin sama cwe' yang kemarin fy.."

"ya ampun , gilaak tuh alvin . Gak punya perasaan banget !"

Ify pun terus menghibur sahabatnya itu agar sivia tak menangis seperti kemarin .

Saat istirahat , sivia dan ify menuju ke kantin . Saat di jalan , tiba-tiba langkah sivia dan ify terhenti seketika . Mereka melihat alvin sedang bersama dengan gadis yang di taman kemarin .

"Liat fy.. Itu cwe' yang dipeluk ma alvin kemarin.."

"ya ampun , gue gak nyangka alvin kayak gitu ."

"apalagi gue fy.. Alvin udah gak peduli ama gue . Buktinya , dia sampe' gak dateng ke taman minggu kemarin . Padahal gue udah nunggu dia sampe' 3 jam fy.. Tapi dia gak berusaha minta maaf ama gue ."

"ish , gilaak tuh alvin ! Paling-paling dia lagi sama tuh cwe' vi , sampe' lupa ketemuan ama loe ."

"gue juga berfikir gitu fy . Yaudah , kita ke kelas aja yok . Gue udah gak nafsu makan ."

"oke deh vi.."

Saat di kelas , sivia terus diam . Tatapannya kosong . Ify pun semakin tak tega melihat sahabatnya seperti itu .

"gue mau putus fy ." ucap sivia tiba-tiba .

"loe yakin ?"

"ya . Gue gak tahan fy digituin ma alvin ."

"loe gak nyesel vi ?"

"insyaallah enggak fy ."

"ya gimana lagi , itu sih terserah loe aja deh vi.."

"gue sms alvin dulu fy ."

To : AlviAyank
Pulang sekolah di taman belakang .

@ kelas X IPA 3

Alvin jingkrak-jingkrak mendapat sms dari via .

"akhirnya via mau nemuin gue juga yo ..!"

"syukur deh vin . Loe kudu jelasin semua ke dia ."

"sipp yo !"

Saat pulang sekolah , alvin langsung menuju ke taman belakang sekolah . Disana , sivia telah duduk di bangku taman itu menunggunya .

"hay vi , sorry ya agak lama . Oh ya vi , aku mau jelasin kalo . ." sebelum alvin menyelesaikan perkataannya , sivia menyela pembicaraannya .

"aku mau putus vin ."

Alvin pun langsung mengkerutkan keningnya . Lalu alvin menaikkan dagu sivia yang menundukkan kepalanya .

"kamu bercanda kan vi ?"

"a..aku serius vin ."

"tapi kenapa vi ?"

"..." tak ada jawaban dari sivia . sivia terus menundukkan kepalanya dan tak terasa air matanya terlah berlinang di pipipinya .

"kenapa vi ? Karna kejadian minggu kemarin ? aku bener-bener minta maaf vi.."

"kamu lebih pantes sama dia vin . Dan aku bener-bener pingin kita putus !"

"dia ? Dia siapa vi ? Pleasee vi , jangan ngomong putus donk.."

"udah lha ! Gak usah berlagak ! kamu jahat vin ! Dan aku tetep pingin kita putus ! Putuss !!"
Sivia langsung lari meninggalkan alvin yang tengah mematung . Sivia terus berlari tanpa memperhatikan jalan , dan akhirnya pun tak sengaja menabrak seseorang .

Brukk..
"so..sorry.." sivia panik .

"iya . Loe gak papa ? ." seseorang yang ditabrak sivia itu menolong sivia tuk berdiri .

"i..iya..gu..gue gak papa . Makasih ya . N sorry gue gak liat jalan ."

"iya gak papa.. Eh , loe.. Loe via kan ?"
sivia pun mulai mengangkat wajahnya yang semula ia tundukkan tuk menutupi air matanya .

"i..iya ."

"gue gabriel vi ! Inget kan ?"

"gabriel ? Ya ampun !! Iyel !! Ya inget lha yel !!"

"inget apa'an ! Loe aja gak kenalin gue ! Iya kan ?!"

"hehe , iya sih . Tapi sekarang gue udah inget !"

"dasar loe tuh vi ! Daridulu gak pernah berubah ! Suka pikun !"

"ish loe yel ! Baru ketemu udah ngejek gue !'

"iya iya vi , gue cuma bercanda ah ! Gitu aja ngambek . Btw , apa kabar loe ?"

"baek yel . Loe sendiri ?"

"gue juga baek . Eitz , tunggu.. Mata loe kok lembab banget ? Abis nangis ya ?"

"ish , sok tau deh loe yel !"

"ya ampun vi , gak usah bo'ong deh ama gue ! Gue tuh udah kenal loe dari orok vi ! Jadi gue tau lha !"

mereka pun terus mengobrol dan bercanda . Merteka saling melepaskan rindu . karna gabriel sahabat sivia dari kecil beberapa tahun lalu pindah ke Batam . Dan baru sekarang mereka bertemu . Disisi lain , saat alvin yang berjalan menuju ke parkiran sekolah , alvin sangat shock melihat sivia sedang bercanda dengan seorang cwo' .

"jadi..karna dia vi.." ucap alvin pelan sambil menggumpalkan tangan kanannya .

Setelah pulang dari sekolah , alvin terus diam di kamarnya dan meremas-remas kepalanya .
Saat ia mulai merasa sangat panas , ia mencoba mencuci mukanya di kamar mandi . Setelah mencuci mukanya , alvin berkaca di cermin .

"kenapa via bisa kayak gitu ? Dia mutusin gue cuma gara-gara gue gak nepatin janji ?! tapi , apa mungkin itu hanya alasannya aja ? Karena dia udah jadian ma cwo' itu ??!! Shit !!" batin alvin .

Pyaaaarrrrr
ia memukul kaca yang ada di depannya sampai terpecah . Bundanya pun langsung menuju ke kamar alvin .

"alviiinn .. Ada apa nak ?"

Alvin hanya terdiam . Bundanya pun menghampirinya . Dan merangkulnya .

"kamu kenapa nak ?"

"gak papa bun ." ucap alvin pelan .

"gak papa gimana , kayak gini kok gak papa . Cerita ma bunda vin.. Ada apa ? Karna via ?"

alvin hanya diam . Bundanya mulai melepaskan rangkulannya .

"yaudah , bunda gak maksain kalau kamu gak mau cerita . Yang penting , tenang dulu vin !"
Bundanya terus menenangkan alvin . Dan alvin mulai sedikit tenang .

Disisi lain , sivia tengah menangis dalam pelukan ify di kamar sivia .

"tenang vi.. Tenang.."

"gimana gue bisa tenang fy.."

"ini kan keputusan loe sendiri via.."

"iya..tapi gue masih cinta banget ma alvin fy.."

"lha kan gue udah bilang , apa loe gak nyesel putus ma dia.. Trus loe bilang enggak.."

"emang fy.. Gue emang pengennya gitu.. Tapi kenapa gue terus nangis gini ?"

"udah lha vi , gimana kalo kita jalan-jalan aja ? Biar loe lupa ama si alvin ."

"tapi mata gue bengkak fy.."

"pake' kacamata kan beress.."

"yaudah deh ."

Sivia dan ify pun pergi jalan-jalan agar sivia bisa melupakan kesedihannya putus dengan alvin .

Keesokan harinya , saat sivia dan ify berjalan menuju ke kelas mereka , mereka melihat alvin sedang bersama cwe' yang alvin peluk ditaman kemarin yaitu shilla .

Sivia pun semakin geram dan tanpa sadar , sivia meremas tangan ify . Ify yang kesakitan pun menjerit .

"Aauw !!"

Alvin dan shilla yang mendengar pun menoleh ke arah mereka . Ify pun langsung menutup mulutnya . Sivia pun menarik tangan ify dan pergi ke kelasnya .

Alvin saat itu ingin sekali mengejar sivia , tapi apa daya , ia bukan lagi pacar sivia . Ia hanya diam .

"itu cwe' loe vin ?" tanya shilla yang melihat wajah alvin yang murung seketika .

"mantan ." ucap alvin pelan .

Shilla tersenyum kecil . Karna shilla merasa senang alvin sekarang sudah tak lagi dengan sivia . Karna diam-diam shilla menyukai alvin , makanya shilla selalu saja mengajak alvin ngobrol walopun sebenarnya alvin malas menanggapinya.

Saat di kelas , Sivia terus cemberut . Sivia sama sekali tak konsen belajar . Dan akhirnya bel tanda istirahat pun berbunyi .

"ya ampun fy , gue gak nyangka alvin bisa ngelupa'in gue secepet itu !" sivia sambil menyangga kepalanya dengan kedua tangannya .

"tau tuh alvin ! pengen gue remez tuh anak ! Gak punya perasaan banget sih !"

di tengah obrolan mereka , tiba-tiba HP via bergetar .

From : +62812*******
Viaa jeleek ;p

To : +62812*******
sapa loe ?

From : +62812********
Gw gabriel yg paling cakep sedunia akhirat ;D

To : Iel_gabriel *udah di save
Ow..
Ish , PD Loe ! ;p

From : Iel_gabriel
Fakta kalee' ;DD

To : Iel_gabriel
-_-
napaa loe sms gw ?

From : Iel_gabriel
g nape2 . pngen ngasih nomer gw aje .
Kgak bolee ? -_-

To : Iel_gabriel
bolee lha sob ! ;p

From : Iel_gabriel
Loe skrg dmn ?

To : Iel_gabriel
di kls . Npa ?

Tak ada balasan lagi dari gabriel .

Saat sivia meneruskan obrolannya dengan Ify , tiba-tiba ada yang memanggil sivia .

"viaa.."

Sivia pun menoleh ke arah pintu .

"ha ? iel ?"

Sivia pun melangkah menuju ke depan pintu .

"ngapain loe ?" tanya via songong .

"gue bosen di kelas . Kagak ada temen . Loe gak ke kantin vi ?"

"makanya , kalo jadi anak baru tuh yang baik , biar banyak yang nemenin ! Enggak ah ! Kalo loe yang neraktir , baru gue ke kantin . Hehe"

"dasar ! Yaudah , ayook !" gabriel sambil merngacak-acak poni sivia dan menggandeng tangan sivia pergi ke kantin .

saat sampai di kantin , gabriel memaksa sivia untuk memesan makanan .

"cepet vi , pesen aja yang loe mau !"

"enggak ah yel .!"

"tenaang , gue kan yang bayar !"

"ih yel , gue cuma bercanda kale' yel !!"

"udah ah , cepet pesen !"

Sivia yang masih bingung , hanya bisa memesan bakso . Karna kata itu yang paling sering ia ucapkan ketika memesan makanan di kantin itu .

Sivia dan gabriel pun terus ngobrol saat mereka makan . Bukan hanya mengobrol , mereka juga terus bercanda . Mereka sampai tertawa terbahak-bahak .

Disisi lain , alvin tengah memandangi wajah sivia yang seakan tak ada kesedihan terpaut di wajah sivia . Sivia terlihat sangat gembira bersama cwo' itu . Tak seperti alvin yang masih sangat sakit hati akan putusnya hubungannya dengan sivia . Karna alvin masih sangat dan amat cinta sama sivia .

Alvin tak tahan lama-lama melihat sivia dengan cwo' itu . Alvin pun segera pergi ke kelas . Saat sampai di kelas , alvin langsung memukul kepalanya ke tembok dekat pintu kelasnya . Alhasil , darah pun bercucuran di kepala alvin . Semua siswa mendatangi alvin tuk membantunya . Tapi alvin tak mau ada yang membantunya . Alvin juga tak mau di bawa ke UKS . Alvin hanya mengelap darahnya hanya dengan tangannya . Semua siswa pun merasa ngeri melihat kondisi alvin itu .

Alvin tak memperdulikan lukanya . Ia langsung duduk di bangkunya di samping rio . Rio hanya mengkerutkan keningnya .

"loe kenapa sih vin ? dari tadi pagi kok aneh banget ?"

"gue putus yo ."

"sama via ?"

"ya iya lha , siapa lagi cwe' gue !"

"sumpeh loe ?"

Alvin hanya mengangguk .

"kok bisa ?"

"ya masalah kemarin ."

"masalah loe gak dateng ke taman itu ?"

Lagi-lagi alvin mengangguk .

"kok bisa sih vin ? Msa' via yang baik gitu mutusin loe cuma gara-gara masalah sepeleh gitu ?"

"kenyataannya gini yo ."
alvin sambil mengelap-elap darah di keningnya .

"ke UKS gih ! seragam loe udah merah semua tuh !"

Alvin menggeleng . Tiba-tiba rio menarik tangan alvin . Rio menarik alvin ke UKS . Saat sampai di UKS , alvin dan rio kaget . Karena ada sivia di UKS sendiri .

Sivia pun dengan ragu-ragu menghampiri alvin yang sedang terluka . Sivia pun mengobati luka di kening alvin .

"loe anggota PMR vi ?" tanya rio merusak ketegangan antara sivia dan alvin .

"he'em ."

"kok loe sendiri yang jaga UKS ?"

"sebenernya sih gue gak sendiri . ify , shilla , dan nova juga dapet giliran hari ini jaga UKS . Tapi merekanya lagi ke kantin ."

"kok loe gak ikut ?"

"kalo gue ikut , siapa coba yang jaga UKS . Lagian gue juga udah ke kantin duluan ."

"ow.."

Luka di kening alvin telah diobati dan dibalut oleh sivia .

"gimana ? Masih sakit ?" tanya sivia ke alvin dengan sangat canggung .

"banget ." jawab alvin singkat .

"aduh , padahal udah gue obatin ."

"hati gue masih sakit vi . Dan loe belum ngobatinnya ."

Sivia yang sedang mencuci tangannya karna terkena darah alvin , tiba-tiba badannya seakan kaku . Dalam beberapa detik , ia mematung .

"sorry , gue ke lavatory dulu ya , mau ambil sabun ." sivia meninggalkan rio dan alvin dengan langkah yang sangat cepat .

"yaudah vin , ayo ke kelas ." ajak rio .

alvin pun mulai beranjak dari tempat duduknya dan mulai melangkah mengikuti langkah rio .

***

Keesokan harinya , jam pelajaran di kosongkan . Guru-guru maupun murid-murid sibuk mengurusi Pensi yang akan diadakan 6 hari lagi . Sivia dan ify yang tak ikut tampil di acara pensi hanya bisa jalan-jalan melihat-lihat dan ke kantin .

Di kantin , ify terus mengajak sivia bercanda . Agar sahabatnya itu bisa melupakan problemnya dengan alvin yang sampai saat ini membuat hati via masih tak nyaman .

Ditengah obrolan mereka , pandangan sivia terhenti pada dua siswa yang sedang ngobrol di bangku kantin disebelah kanan sivia dan ify .

Mata sivia mulai berkaca-kaca . Tapi kini ia mulai bisa sedikit mengendalikan air matanya itu . Tak terasa yang ia pandangi balik memandangnya . Sivia pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain .

Tiba-tiba datanglah gabriel .

"viaa !" gabriel mengacak-acak poni sivia .

"gilaak ! Kaget gue ! Ah elu yel , kebiasaan deh ! Poni gue jadi berantakan nih !" sivia mulai memajukan bibirnya beberapa centi .

"becandaa vi .! Oh ya , gue gabung disini ya.."

"ya deh . Untung aja gue anak yang baek !"

"PD ! "

"oh ya yel , kenalin nih sobat gue Ify ! Ify , kenalin nih gabriel temen gue ."

Ify dan gabriel pun bersalaman .

"iya . Gue tau loe kok . Loe anak baru kelas X IPA 4 kan ?"

"iyaah ."

"kok loe tau fy ?" tanya sivia .

"iya , kan temen-temen PMR pada cerita tentang gabriel ."

"cerita tentang gabriel ? Cerita apa'an ?" tanya sivia heran .

"tapi jangan GR dulu ya yel.. Mereka bilang kalo gabriel tuh ganteng banget ! Haha"

"bwahahaha" via tertawa terbahak-bahak .

"apa'an sih loe vi ? Ketawa ampe' gitunya ! Gausah kaget kali' , gue kan emang guanteng buanget !" ucap gabriel dengan PDnya . Alhasil toyoran sivia pun mendarat di kepala gabriel .

"ih via ! Sakit tauk !" gabriel balas mengacak-acak poni sivia .

Mereka bertiga pun terus tertawa .
Tak mereka ketahui , seseorang yang tadi dipandang oleh via , terus memandang sinis ke arah mereka . Terutama pada sivia .

"vin ! Udah lha vin , jangan diliatin mulu' !" ucap rio .

"hati gue sakit banget yo ! Tega-teganya via kayak gitu !"

dan alvin pun terus memandangi sivia dan gabriel . Gabriel yang mulai merasa diperhatikan pun memandang ke arah alvin . Dalam beberapa detik , alvin dan gabriel saling bertatap tajam . Sivia yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangan gabriel .

"yel.. gausah diladenin ." ucap sivia pelan .

"dia kenapa sih vi ? Punya masalah ama gue ?"

"egaak kok . Udah lha , hiraukan aja ."

"yaudah lha ." ucap gabriel dan sesekali gabriel curi pandang ke arah alvin yang masih memandangnya tajam .

Sivia , ify , dan gabriel pun melanjutkan canda mereka tanpa menghiraukan alvin . Tapi gabriel masih merasa tak enak dengan sikap alvin itu .

Hingga waktu gabriel tak lagi dengan sivia dan ify , gabriel menghampiri alvin yang sedang bermain basket di lapangan basket .

"hey bro !" sapa gabriel santai .
Alvin hanya tersenyum sinis .

"santai aja . Gue kesini mau nanya ama loe , apa gue punya masalah ama loe ?"

"asik banget loe ngomong .!"

"gini ya , gue gak mau berbelit-belit , gue cuma mau jawaban dari loe , apa gue punya masalah ama loe ?"

"oke , loe emang punya masalah ama gue !"

"trus , apa masalahnya ?"

"loe udah ngambil via dari gue!"

"ha ? Ngambil via ? Maksud loe apa ?"

"loe sendiri kan yang ngomong kalo gausah berbelit-belit , jadi gausah sok gak punya dosa gitu !"

"gini , gue bener-bener gak tau maksud loe ! Dan gue harap loe bisa jelasin ke gue ?!"

"tiba-tiba via mutusin gue cuma gara-gara gue gak dateng waktu kita janjian . Dan mungkin , ada alasan lain yang buat via mutusin gue ."

"gara-gara gue maksud loe ?"

"menurut loe ?"

"kayaknya gue hadir di waktu yang gak tepat Nih ! Huft..! Oke deh , gue bakal tanggung jawab atas kesalah gue yang hadir di waktu yang gak tepat ini ." gabriel melangkahkan kakinya meninggalkan alvin .

Alvin hanya tersenyum sinis dan langsung mementalkan bola basket yang ia pegang hingga bola basket itu terpantul entah kemana .

Keesokan harinya , seperti biasa , tak ada pelajaran . Gabriel pun menemui sivia dan ify yang ada di kantin .

"vi.."ucap gabriel sambil memainkan sedotan .

"hmm ?" jawab via sambil meminum jusnya .

"emm , alvin mantan loe ?"

khuk..khuk,.
Tiba-tiba sivia tersedak .

"kenapa emang ?" tanya balik sivia .

"iya ato gak ?"

"iya ."

"loe putus ma dia kenapa ?"

"udah deh yel , jangan bahas masalah itu . Gue maless ."

Gabriel pun diam tak mau meneruskan obrolan itu karna ia tak mau membuat sivia badmood .

"lho , HP gue mana fy?" tanya sivia sambil menyentuh-nyentuh sakunya .

"bukannya loe taruh di tas tadi ?"

"oh iya ya ! Yaudah , gue ambil HP gue dulu ya ." sivia pun bergegas mengambil HPnya yang ada di kelas .

"fy .." ucap gabriel .

"ya ?"

"kenapa via ma alvin putus ?"

"kok loe daritadi nanya itu mulu' sih yel ?"

"please fy , kasih tau gue . Gue gak mau punya masalah gara-gara ini ."

"masalah ? Apa loe di ancem ma alvin ?"

"egaak . Udah lha , nanti gue kasih tau . Tapi kasih tau gue dulu kenapa via mutusin alvin ?"

"hmm.. Yaudah , tapi jangan kasih tau via ya kalo gue yang kasih tau loe ."

"sepp ."

"via mutusin alvin karna alvin punya cwe' laen ."

"via tau darimana ?"

"via pernah liat alvin lagi meluk cwe' di taman belakang sekolah . Trus lama kelamaan via mulai sering melihat alvin selalu bersama cwe' itu . Dan gak ada cwe' yang gak marah kalo cwo'nya selingkuh kan . Jadi dengan terpaksa via mutusin alvin ."

"terpaksa ?"

"iyah . Sebenernya via masih cinta banget ma alvin . Tapi via ngerasa kalo alvin udah gak cinta ma dia karna alvin udah punya cwe' Laen ."

"eh via udah dateng tuh . Makasih ya fy.."

"oke"

Via pun tlah kembali dari kelas . Dan via langsung duduk di bangkunya tadi disamping kanan ify .

"vi , pinjem HP loe donk !" ucap gabriel .

"napa loe ? Tumben banget pengen pinjem HP gue !"

"gak boleh ? Pelit amat loe !"

"nih !" sivia menyodorkan HPnya ke gabriel .

Ternyata gabriel ingin mencari nomer alvin . Dan akhirnya gabriel menemukan nomer alvin . Dan gabriel pun mengingat-ingat nomer alvin tersebut .

Sesampai di rumah , gabriel langsung meng-Sms alvin .

To : Alvin
di Global Cafe jam 7 mlm .

From : Alvin
Sp ?

To : Alvin
Gabriel (sivia)

Jam 7 pun alvin pergi ke Global Cafe . Dan disana ia menemukan sosok gabriel yang sedang menunggunya .

"ada apa ?" tanya alvin sambil duduk dihadapan gabriel .

"loe sendiri yang menghianati via , ngapa loe nyalahin gue ?!" ucap gabriel sewot .

"ha ? Menghianati via ? Siapa yang menghianati via ? Kalo ngomong jangan asal loe !"

"via ngliat loe lagi meluk cwe' di taman belakang sekolah ."

alvin berpikir sejenak .

"jadi maksud loe via mutusin gue gara-gara dia mikir gue udah ngeduain dia karna via ngliat gue meluk cwe' di taman belakang ?"

Gabriel mengangguk .

"bwahahahaha" alvin malah tertawa terbahak-bahak . Terpancar rasa lega dari dirinya .

"ngapa loe ketawa gitu ?!"

"gue lega banget ! Ternyata masih ada kesempatan buat gue balikan ma via !"

"maksud loe ?"

"semua tuh cuma salah paham ! gini ceritanya , waktu itu kan gue mau minta maaf ma via soalnya gue gak dateng ke taman gara-gara gue ketiduran . Ternyata via gak ada di kelasnya . Gue tanya deh ama temen sekelasnya . Kata temennya itu via lagi di taman belakang . Dan emang di taman belakang ada cwe' berambut panjang mirip banget ama via klo dari belakang . Gue peluk deh tuh anak ! Ternyata dia bukan via ! Gue langsung lepasin deh pelukan gue . Dan gue gak nyangka kalo via ngliat semuanya ."

"yaelah , cuma salah paham toh !"

"yoi . Tengz yel , loe udah bantuin gue !"

"gue kan udah janji kalo gue bakal tanggung jawab gara-gara kehadiran gue yang gak tepat ini . Tapi semuanya clear kan ? Kalo gue gak ada sangkut pautnya ma putusnya kalian ?"

"iya sih . Tapi kenapa via deket banget ama loe ?"

"yeee , masih di permasalahin ! Gue tuh sobat via dari orok ! Gue pindah ke batam waktu kenaikan kelas 7 . Trus kebetulan gue pindah ke sini lagi n satu sekolah lagi ma via ! Jadi gak heran kalo kita deket banget !!"

"ow.. Gitu.."

"trus apa rencana loe selanjutnya ?"

Sejenak alvin berpikir . Dan tak lama kemudian alvin tersenyum ke gabriel seakan ia telah menemukan ide yang brilian .

Hari sabtu pun tiba . Dimana diadakannya pensi di SMA Global Mandiri . Di pensi ini , para siswa akan menampilkan banyak penampilan . Dan diadakannya pesta besar di SMA Global Mandiri . Semua siswa-siswi berdandan secantik dan setampan mungkin untuk menghadiri pensi itu . Tak terkecuali sivia dan ify . Ify memakai dress selutut berwarna biru mudah dengan sedikit renda-renda . Sedangkan sivia , ia memakai dress 3/4 berwarna Putih dengan sentuhan corak bunga-bunga merah . Dan bandana tipis berwarna merah telah ia pilih tuk menghiasi rambutnya yang ia biarkan terurai rapi .

Pensi itu memang benar-benar meriah . Lebih meriah dari pensi-pensi sebelumnya . Karna memang tahun ini telah bergantinya kepala sekolah yang lebih tegas dan bijaksana .

Penampilan demi penampilan siswa ditampilkan . Hingga tampak sosok alvin diatas panggung yang membuat sivia cengong .

"vi , alvin mau tampil tuh !"

"iya , tapi mau nampilin apa'an tuh dia ?"

"kayaknya sih mau nyanyi deh vi ."


"Dan mari kita sambut penampilan alvin jonathan dari kelas X IPA 3 !!!" ucap sang pembawa acara .

Musik pun mulai terdengar .

masih kuingat selalu
Saat kau berjanji padaku
Tak kan pernah ada
Cinta yang lainnya
Terasa begitu indah

Tapi semua berbeda
Saat kau kenali dirinya
Sadarkah dirimu diriku terluka
Saat kau sebut namanya

Aku memang manusia biasa
Yang tak sempurna
Dan kadang salah
Namun dihatiku hanya satu
Cinta untukmu LUARVIASAAA !!!!

Setelah mendengar bait terakhir itu via langsung membulatkan matanya . Dan tiba-tiba alvin menghampiri sivia .

"Cinta untukmu LuarViasaaa" alvin mengulangi bait terakhir lagu itu sambil mencium tangan sivia . Sivia pun langsung melepaskan tangannya .

"vi , mau kan jadi cwe' aku lagi ?" ucap alvin seketika Yang membuat siswa-siswi lainnya memandangi mereka berdua .

"ha ? So..sorry gu..gue gak bi . ."
Sebelum sivia meneruskan perkataannya , alvin menengahkan jari telunjuknya di bibir manis sivia .

"vi , semua cuma salah paham ." alvin pun menceritakan semua kejadiannya dengan singkat . Sivia pun tertunduk malu . Alvin pun mengangkat dagu via dengan jarinya .

"vi , jadi gimana ? kamu mau kan jadi cwe' aku lagi ? aku yakin kalo kamu masih cinta kan ama aku ? Seperti aku yang selalu cinta ama kamu vi ."

Tapi sivia masih diam . Ia seakan tak bisa berkata-kata . Sedih , menyesal , senang , semua jadi satu dalam benaknya .

"vi.. Gimana ?"

Tiba-tiba alvin pun tersenyum lebar melihat anggukan dari sivia . Dengan refleknya , alvin pun langsung memeluk sivia dengan eratnya .

Semuanya pun bertepuk tangan melihat dua sejoli itu . Dan sorak-sorakkan pun terdengar riuh . Tapi alvin tak menghiraukannya . Alvin terus memeluk sivia dengan eratnya .

"Aauw.. Sakit vin.." sivia mencoba melepaskan pelukan alvin yang sangat erat itu .

"so..sorry vi , aku seneng banget !" alvin pun melepaskan pelukannya .

"Musik.." terdengar suara gabriel di atas panggung . Dan musik pun terdengar kembali .

"Aku memang manusia biasa
Yang tak sempurna dan kadang salah
Namun dihatiku hanya satu
Cinta untukmu luar biasa ."
Gabriel melanjutkan lagu itu . Dan pensi pun berlanjut seperti semula .

Kini alvin terus merangkul sivia . Alvin Seakan tak mau lagi berpisah dengan sivia . Senyuman pun terpancar dari mereka berdua . Tak seperti shilla yang terus melipa-lipat mukanya yang sedih karna alvin tlah menjadi milik sivia kembali . Tapi apa boleh buat , shilla terpaksa harus menerimanya .

"vi.." ucap alvin pelan .

"hmm ?"

"i love you.."

"love you too.."
Alvin pun mencium kening via . Dan lagi-lagi alvin memeluk sivia .

"i love you i love you i love you i love you i love you i love you i love you via.." ucap alvin dalam pelukan .

"sekali aja cukup kali' vin !"

"gak cukup vi.. Soalnya . . Cinta Untuk via itu Luuaarviasaa. . ."


~THE END~


_________________________________________________________________


ciciiiuuuwww..
SAYA COPAS lagi lhoo!!
haha , kali ini punya nya dini :p

3 komentar: