Siviaaaa...siviaaaaaaaa hhh"
seorang cowok tengah berteriak memanggil nama seseorang. bel pulang baru saja berbunyi, dan anak-anak pun pulang kerumahnya. cowok itu berlari lari kecil ke seorang cewek yang tidak mempedulikannya. cewek itu berjalan seolah-olah tak ada yg memanggil namanya. dan pada akhirnya, cowok itu berhasil mengejar si cewek, dan menghentikan langkah si cewek dgn menghadangnya dari depan.
"apaan?" tanya cewek itu. dia berusaha menyembunyikan kemarahannya.
"pulang bareng yuk! naik motor gue. gue anterin sampe rumah.. daripada elu ngeluarin duit naik angkot? yakan?"
"gue gak mau"
cowok itu lemass... dia berusaha meyakinkan cewek itu
"sehari aja bisa gak buat gue seneng sivia? Pleasee"
cewek yg bernama sivia itu pun diam. dan tak lama dia mengangguk "hanya kali ini saja"
Cowok itu pun tersenyum senang. lalu dia mengambil motornya yg diparkir di parkiran motor.
tak lama, cowok itu dan sivia boncengan naik motor.
*****
di jalan, mereka berdua diam. tak ada yg mengucapkan satu katapun. akhirnya si cowok pun mengoceh.
"jadi? Warna favoritmu apa via?" tanyanya sambil mengendarai motor.
"kenapa emang?"
"nanya aja sih"
"merah. gue suka merah"
lalu cowok itu berfikir...
"romantis ya warna merah... berani...dan... pemarah?" ucap cowok itu
"Alvin, gue kesel looh dgn kata-kata terakhir itu"
cowok yg namanya alvin itu pun tertawa..
"kenapa suka merah?" tanya alvin
"suka aja.. kadang, merah itu terkesan glamour. kadang merah itu melambangkan keberanian. kenapa sih lo suka nanya yg aneh aneh?" kata sivia
"oh gapapa"
lalu, sunyi pun datang lagi. mereka berdua diam. alvin konsen dgn jalan, dan sivia hanya termenung.
****
mereka berhenti di sebuah gang. sivia turun dari motor alvin, dan berterima kasih pada si pemilik motor itu.
"sama-sama" ucap alvin sambil tersenyum.
dan lalu, sivia pun jalan menuju rumahnya. rumahnya itu ke-3 dari depan gang. jadi, sivia hanya tinggal jalan sedikit.
Alvin menatap sivia, hingga sivia menutup pintu rumahnya.
Alvin tersenyum, lalu dia mengeluarkan sebuah buku kecil, dan pulpen. kemudian dia menuliskan sesuatu.
warna kesukaannya merah. Dia Lucu, dan sepertinya pemberani. dia juga cewek glamour
lalu, setelah menulis itu, dia menaruh buku kecil itu dan pulpen nya ke dlm tas. dia pun pergi. BRUM..
****
Alvin. Dia cowok yg jail. kadang, orang memanggilnya "rajail" yaitu rajanya-jail. alvin tidak peduli dgn panggilannya itu. dia orang yg selalu 'fun' dlm keadaan apapun, dia tetap berusaha tidak memperlihatkan kesedihannya. sudah hampir 3 tahun dia mengejar seorang cewek yg menurutnya menarik. orang yg tadi, yg bernama sivia itu. Dari mulai SMP kls 1 hingga lulus, dia masih mengejarnya. 'harapan itu pasti ada' dlm benaknya.
Sedangkan sivia, dia itu cewek yang Lucu. tapi kadang dia sebuas macan. dia tidak suka berada di dkt cowok2. dia risih. Tapi, walau begitu, banyak sekali cowok2 yg mendekatinya dgn Frontal. termasuk si Alvin.
****
esoknya, setelah alvin mengantar sivia pulang, alvin datang ke sekolah dgn senyum. sungguh sangat terlihat kesenangan yg ada di dlm hati alvin.
"eh vin, lu seneng kenapa nih?" tanya sohibnya alvin, Rio.
Alvin yg sedang menyeruput es jeruknya di kantin pun berhenti minum, dan menceritakan kejadian pulang sekolah kemarin.
"akhirnya gue bisa pulang bareng sivia" lirihnya.
"Ih alvin sampe kapan lo ngejar sivia mulu? Sampe-sampe lo tolak 28 CEWEK Yg nembak lo. buseet" ucap Rio sambil geleng2 kepala
"Diem lo ah.. mentang mentang lo udah dapet si Ify."
rio pun tertawa,
dan bel berbunyi, tanda masuk kelas memulai pelajaran.
**** Alvin-sivia-rio-ify. mereka sekelas.
Pelajaran pertama yaitu 'seni'. gurunya galak.
"kemarin sudah saya beritahu! Bawa cat acrylic, kuas, dan tempat cat! Siapa yg gak bawa??" Ucap Bu Jodie, di dpn kelas.
untung saja, Alvin bawa semuanya.
yg gak bawa pun berdiri di dpn kelas.
"tujuh delapan.. DELAPAN ORANG YG GA BAWA??? Kelas 9-B hanya 3 orang. KENAPA DIKELAS INI ADA 8 ORG? Kalian yg gak bawa, Muter lapangan 20 kali!"
ebuset tu guru emang sadis..
"yang lain, keluarkan barang2 bawaan kalian. dan lukis apa saja. tapi jgn model abstrak! Nanti ibu akan menanyakan Ide lukisan kalian. KERJAKAN SEKARANG! WAKTUNYA 2 JAm UTK MENYELESAIKAN SEGALANYA"
Lalu, setelah menyuruh anak muridnya, bu jodie pun ke lapangan untuk melihat kondisi 'anak-anak pelupa'.
****
dikelas, alvin dan rio pun mencari ide. sejenak, alvin mendapat ide. Bagaimana kalau melukis Anak bebek? dan alvin pun menyetujui ide bodohnya itu, dia melukis anak bebek yg sedang berenang di kolam, mencari Ibunya.
Beda halnya dengan sivia... alvin melihat, sivia tengah melukis perempuan cantik yang berdiri di atas gunung tinggi. Alvin yakin, bahwa yg digambar sivia adalah sivia sendiri yg berhasil menaklukan gunung tinggi. Hm??
Lalu alvin mengeluarkan buku kecil itu, dan menulis sesuatu, Perempuan cantik, yang mendaki gunung. yup, pendaki gunung
*****
kalian penasaran dgn buku kecil yg selalu dibawa alvin itu? itu adalah buku spesial milik alvin. dia menulis sesuatu di buku itu. dan semuanya tentang sivia.
Alvin memang selalu mendekati sivia. tapi sivia blm merespon apa-apa. dia kadang menerima tawaran alvin, dan kadang kesal melihat tingkah alvin. daridulu hingga sekarang, alvin blm menyatakan cintanya. dia hanya mendekati sivia, tapi blm bilang soal perasaannya. jadi, sivia belum tentu benci padanya.
***
bu jodie sudah balik lagi ke kelas. beserta anak-anak pelupa. mereka ngosh-ngosan. keringat mengalir dgn dahsyat. baju mereka pun basah kena keringet.
"sudah selesai?" Tanya bu jodie.
semua sudah selesai. dan karya-karya itu ditumpuk di meja depan. bu jodie memperhatikan semua karya anak muridnya.
"mm... Ify. Apa yang ada di benakmu hingga kamu melukis seorang cewek dengan gaya ala model?" tanyanya.
Ify pun menjawab.
"saya pengen jadi designer bu. dan model itu tengah mencoba baju yg saya buat. mungkin begitu"
Lalu bu jodie mengangguk.
Bu jodie mengambil lukisan mobil.
"Rio... kenapa kamu melukis mobil di tengah kota?" tanyanya.
Rio manggut-manggut dan menjawab..
"Saya hanya kepikiran Ayah saya bu"
"Ayah? Kok jadinya mobil?"
"ayah saya kerja di perusahaan produksi ban"
"oh"
dan kemudian, bu jodie mengambil lukisan bunga matahari.
"Shilla, ada apa dgn bunga matahari?"
shilla pun menjelaskan maksudnya.
"saya sudah capek menggambar gunung dan matahari. setiap lukisan pemandangan, saya selalu menggambar matahari. jadi, saya ingin mencoba menggambar sesuatu yg berbeda, tapi seharusnya sama. Matahari."
Bu jodie pun diam, lalu melanjutkan dgn mengambil lukisan Bebek. yakss, lukisan punya alvin.
"Alvin, Apa makna dari bebek itu?"
Alvin menjawabnya dgn sedikit gugup.
"bebek itu... dia sedang mencari ibunya. saya keinget ibu saya bu.. Kan ayah sama ibu saya cerai, dan akhirnya saya tinggal bersama ibu tiri"
"oh.. sabar lah. semua ada hikmahnya" Lirih bu jodie. alvin menganggguk.
yaps, alvin memang tinggal bersama ayah kandungnya, dan ibu tiri. alvin punya adik tiri tomboy namanya Agni.
"Sivia.. seseorang di puncak gunung?" tanya bu jodie.
"iya bu. saya ingin menaklukan gunung. makanya saya melukis itu"
"Oh. oke"
tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kelas. Bu jodie membuka pintu, dan terdapat di depan pintu, seorang wanita cantik.
"saya mencari Alvin"
Lalu bu jodie pun menggil alvin, dan alvin-beserta wanita itu keluar kelas sebentar.
***
"ada apa Ma?" tanya alvin pada wanita itu yg ternyata adalah ibu tirinya.
"Papa nak... Penyakit papa parah... kayaknya kita harus ke Singapore besok deh. buat tinggal disana, sekaligus menyembuhkan penyakit papa. mama suda bicarakan ini dgn papa"
Alvin kaget.
"Besok ma?"
"iya, besok pagi-pagi sekali"
"gak mau ma! Gak mau"
Alvin menolak dgn beberapa alasan. dan salah satunya adalah sivia.
"demi papa vin"
begitu ibunya berkata seperti itu, alvin pun jadi menghiraukan alasan alaan itu. demi papanya, ya... dia tak mau papa terus sakit-sakitan.
"yasudahlah"
"jadi, ini hari terakhir kita di Indonesia. beritahu teman-temanmu, nanti kau akan merindukan mereka"
****** saat pulang sekolah, Anak-anak kelas 9A berkumpul di kelas. alvin yg nyuruh.
"maaf mengganggu waktu nya sedikit. gue cuman mau minta maaf buat semua kesalahan yg gue lakuin. besok gue harus ke singapore buat sembuhin penyakit papa sekaligus tinggal disana. dan gue juga ngucapin makasih buat segala yg telah semuanya berikan buat gue. Salam perpisahan."
alvin yg 'fun' pun tak mau air matanya terlihat. jadi dia langsung keluar kelas setelah mengucapkan salam itu. Rio mengejarnya.. rio mengejar alvin yg sedang berlari ke kamar mandi.
"Vin...lo...."
Lalu rio memeluk sohibnya. sedih..
"yo.. lo jangan kangen sama gue yaa... langgeng sama Ify!"
Alvin yg selalu fun masih ada.. dia masih bisa tertawa.
"ohya, ini buat sivia. kasih ke dia ya"
Alvin menyodorkan buku kecil itu. Rio mengangguk.
"sahabat gue ke singapore? Mau jadi apa nh gue?"
"Jadi apa ajalah..."
"hahaha"
****
CATATAN KECIL TENTANG DIA
always loving you...
setelah sivia membaca buku itu, dia tertawa. "haha seandainya lo tau kalo gue seneng dikejar-kejar lo.. kenapa sih lo gak nembak gue, bakalan gue terima tau!! sedih nih gue ditinggal lo"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar